Jumat, 18 November 2011

Manajemen proyek dan resiko

Manajemen Proyek Dan Resiko

Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan, dan perbaikan yang berkelanjutan.

Pengertian manajemen Resiko

Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi manajemen semua perusahaan. Proses dimana suatu organisasi yang sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu aktifitas menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktifitas dari semua aktifitas
Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara mengatasi resiko. Sasarannya untuk menambah nilai maksimum kesinambungan (sustainable) organisasi. Tujuan utama untuk memahami potensi upside dan downside dari semua faktor yang dapat memberikan dampak bagi organisasi. Manajemen resiko meningkatkan kemungkinan sukses, mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin keseluruhan sasaran organisasi.
Manajemen resiko seharusnya bersifat kontinyu dan mengembangkan proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam mengimplementasikan. Manajemen resiko seharusnya ditujukan untuk menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode yang digunakan dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi di masa lampau, masa kini dan masa depan
Manajemen resiko harus di-integrasikan dalam budaya organisasi dengan kebijaksanaan yang efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa manajemen senior. Manajemen resiko harus di terjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas dan tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu organisasi, dimana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen resiko sebagai bagian dari deskripsi kerja. Manajemen resiko mendukung accountability, performansi pengukuran dan reward, mempromosikan efisiensi operasional dari semua level.
Management Resiko dibagi menjadi 3 stage utama, yaitu (Soeharto, 1999):

Identifikasi resiko
Analisa dan evaluasi resiko
Respon atau reaksi untuk menanggulangi resiko ters



KESIMPULAN
Jadi karena adanya suatu ancaman yang diartikan sebagai risiko, maka diperlukan sebuah penanggulangan untuk bisa mengantisipasi kejadian terburuk, hal ini kita sebut sebagai manajemen risiko. Semua institusi baik itu swasta atau pemerintahan akan tetap memiliki sebuah risiko yang terjadi akibat dari hal-hal yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga manajemen risiko merupakan sesuatu yang wajib dipelajari oleh sebuah perusahaan, pemerintahan atau individu.



SUMBER : http://faisalsk.blogspot.com/2011/09/manajemen-proyek-dan-resiko.html

Sabtu, 15 Oktober 2011

algoritma pemrograman

TUGAS
1. MEMBUAT DERET GANJIL
2. MEMBUAT DERET FABONANCI

Coding 1 :

public class Deretdona {
public static void main(String[] args) {
int n;
for(n=1;n<13;n+=2)
System.out.print(" "+ n);
}
}

( Output : 1 3 5 7 9 11 )


Coding 2 :

public class FibonanciDona {
public static int fibbon(int x){
if (x<=0 || x<=1){
return x;
}
else{
return fibbon(x-2)+fibbon(x-1);
}
}

public static void main(String[] args) {
int n=10;
for (int i=0;i System.out.print(fibbon(i)+" ");
}
}
}
Outpunya : 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34

Rabu, 23 Maret 2011

tugas softskill

Kesalahan yang pernah saya lakukan

Saya memiliki banyak kesalahan yang pernah saya lakukan selama ini.Saya pernah melakukan kesalahan kepada teman,adik,kaka,guru tetapi yang paling saya lakukan adalah melakukan kesalahan pada orang tua saya.
Kesalahan yang pernah saya lakukan kepada orang tua saya adalah Bohong,tapi sebenarnya bohongnya tidak terlalu fatal.saya sering bohong,misalnya saya ijin ingin belajar kelompok di rumah temen,padahal saya bermain,bukan belajar kelompok.Saya juga pernah melawan orang tua,ketika saya di suruh saya tidak menurutinya.
Saya juga pernah menyontek,itu adalah kesalahan yang paling sering saya lakukan.kesalahan yang sering saya lakukan juga adalah membuang sampah sembarangan tempat.Misalnya di bawah koloong meja sekolah,di selokan,di jalan,bahkan di dalam kelas.
Saya juga pernah berkata kasar kepada teman saya yang membuat saya kesal,Kesalahan yang sering saya lakukan juga adalah,bertengkar dengan kaka dan adik saya.kesalahan yang kadang saya lakukan njuga adalah lupa sholat.
Semua kesalahan yang pernah saya lakukan di masa lalu,akan saya jadikan sebagai pembelajaran yang berarti,karena pengalaman adalah guru terbaik,dan semoga saya bias menjadi pribadi yang jauh lebih baik untuk sekarang dan untuk masa yang akan datang.amiiiiiiiin.

Rabu, 16 Maret 2011

tugas softskill pengertian IBD

TUGAS SOFTSKILL.

A.PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan, pada perkuliahan jurusan sosiologi juga ada salah stu mata kuliah ini , namun jika untuk mengingat terlalu sulit bisa di ambil intinya saja agar tidak terlalu membebani pikiran otak. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai nllai yang ada di dalam masyarakat.
Ilmu Budaya Dasar juga merupakan ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan suatu pengetahuan dasar dan pengertian umum mengenai konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah yang meliputi manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar mulai dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris yaitu “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu humanus yang berarti manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa ilmu budaya dasar berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi manusia yang berbudaya, mereka harus mempelajari ilmu yaitu ilmu budaya dasar serta tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
1.Pengertian kebudayaan.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


B.Masalah IBD yang terjadi saat ini.
1.Manusia dan Tanggung Jawab
Pengertian Manusia.
Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
• Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
• Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
• Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
• Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
• Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
• Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
• Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsure-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan super-egonya. Atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dapat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafsu (kesadaran diri ) yang dimilikinya. Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.
Hakekat Manusia :
1. Mahluk ciptaan Tuhan yagn terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya.
3. Mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yagn budayawi.
4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

B. Pengertian Tangung Jawab

Menurut kamus Bahasa Indonesia, Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Dan menurut kamus umum, Tanggung Jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disenagaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga bearti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Contohnya seperti seorang mahasisiwi, kewajiban seorang mahasiswi dan pelajar adalah belajar. Maka setiap pelajar dan mahasiswi harus belajar untuk memenuhi atau melaksanakan kewajibannya. Hasil yang didapat setelah belajar, apakah itu memuaskan atau mengecewakan. Hasilnya itu disebut kadar pertanggung jawabannya. Contoh, dari hasil belajarnya seorang mahasisiwi mendapat nilai A, B, atau C maka nilai A,B,C itu disebut kadar pertanggung jawabanya. Namun apabila seorang mahasiswi dan pelajar mengetahui kewajibannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar namun ia tidak mau belajar dengan alasan tertentu, maka ia belum memenuhi kewajibannya sebagai seorang mahasiswi dan pelajar. Dan ia juga termasuk orang yang tidak bertanggung jawab.
Timbulnya rasa bertanggung jawab karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Rasa tanggung jawab itu bisa timbul karena ada rasa kesadaran dan keinsafan atau pengertian yang ada dalam diri manusia tersebu.
Tanggung jawab dapat dinilai dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan orang lain. Contoh dari sisi pihak yang berbuat ia harus menyadari akan perbuatannya itu,maka dari itu ia harus berusaha agar keadaannya itu menjadi lebih baik. Contoh dari sisi kepentingan orang lain yang bersangkutan tidak mau melakukan tanggung jawabnya maka pihak lain lah yang akan membawa atau membantu ia kedalam hal kebaikan.



C.MACAM –MACAM TANGGUNG JAWAB

Manusia berusaha untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya. Dalam usahanya itu manusia pasti menyadari bahwa ada kekuatan lain yang selalu membantunya untuk menyelesaikna tanggung jawab dan kewaajibannya yaitu kekuatan Allah SWT. Maka tanggung jawab itu bermacam-macam, yaitu: Tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap keluarga, tanggung jawab terhadap masyarakat, tanggung jawab kepada bangsa/negara, tanggung jawab terhadap Tuhan.

a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab sendiri adalah usaha diri sendiri untuk memecahkan masalah-masalah yang ada pada dirinya sendiri, sehinnga masalah itu dapat terselesaikan dengan baik.
Contoh:
Roni sedang mengendarai motor dengan teman-temannya sangat kencang, dan saling tertawa terbahak-bahak. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada mobil ambulance melaju dengan cepat karena mobil ambulance itu membawa pasien kcelakaan. Akhirnya motor Roni pun menabrak mobil ambulance itu, dikarenakan Roni mengendarai motor, maka Luka Roni pun parah dibandingkan dengan supir dan orang-orang yang ada pada mobil itu. Kejadian seperti itu terjadi karena kesalahan Roni karena ia mengendarai dengan kecepatan yang sangat cepat dan tidak konsentrasi dalam mengendarai. Maka dari itu Roni harus konsekwensi ia harus menerima kejadian itu, dan tidak boleh menyalahi mobil ambulance yang menabraknya. Karena semua itu adalah kesalahan Roni. Dan sebaiknya Roni tidak meminta ganti rugi kepada pihak yang bersangkutan.

b) Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu,dan anak-anak, dan juga orang lain yang sudah dianggap menjadi anggota keluarga tersebut. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Karen tanggung jawab terhadap keluarga menyangkut nama baik nama keluarganya.



Contoh:
Sebuah keluarga yang sudah dikarunia 4 anak, dan ditinggal mati oleh ayahnya. Maka dalam keadaan ini sang ibu wajib menafkahi keemoat anaknya. Sampai sang ibu rela menjual harga dirinya untuk menafkahi keempat anaknya. Sebenarnya jika dilihat dari sisi moral hal ini sangat tidak tepuji karena sang ibu melacurkan dirinya dan ini termasuk perbuatan terkutuk. Tetapi dari segi tanggung jawab ia termasuk orang yang terpuji, karena sang ibu rela berkorban menjadi manusia yang hina demi memenuhi dan melaksanakn tanggung jawabnya.

c) Tanggung jaewab terhadap masyarakat

Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup dan menjalankan aktifitasnya tanpa bantuan orang lain,karena manusia sebagai makhluk sosial. Maka dari itu manusia harus berkomunikasi dan saling tolong menolong dengan masyarakat sekitarnya agar manusia itu dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat.

Contoh:
Andre termasuk orang yang sangat sombong. Ia tidak mau memakai pakaian adat sunda pada waktu pernikahannya, karen ia tidak suka dengan modelnya. Padahal dalam adat istiadat ia wajib mengenakan adat sunda, karena ia dan istrinya sama-sama berasal dari sunda. Seharusnya Andre tidak boleh melanggar norma dan aturan yang sudah ditetapkan. Padahal orang tua Andre sudah berusaha memaksa Andre agar mau memakai pakaian adat sunda, semula Andre menolaknya tetapi setelah beberapa hari atas masukan-masukan yang diterimanya. Akhirnya Andre mau mengenakan pakaian adat sunda pada saat pernikahannya kelak. Sifat Andre tersebut tidak terpuji, karena ia melanggar norma dan aturan masyarakat. Dan tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang sunda.

d) Tanggung jawab kepada bangsa/negara

Setiap manusia,tiap individu adalah warga negara suatu negara. Maka dala berfikir,berbuat,bertindak dan bertingkah laku pun terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yamng dibuat oleh negara.

Contoh:

Kumbakarna menolak perintah kakaknya, juga rajanya yaitu Rahwana untuk berperang melawan rama, karena kakaknya berbuat keburukan. Bukan main Rahwana. Ia membangkit-bangkitkan hutang budi kumbakarna terhadap kerajaan alengka. Kumbakarna menyadari kedudukannya sebagai panglima perang, karena itu berangkat juga ia kemedan perang menghadapi Rama. Akan tetapi ia maju ke medan perang bukan karena membela kakaknya, melainkan karena rasa tanggung jawabnya sebagai panglima yang harus membela negara.

e) Tanggung jawab terhadap Tuhan

Allah menciptakan manusia di dunia bukan berdasarkan tanggung jawab, tetapi untuk mengisi kehidupan di dunia ini. Manusia tidak akan lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang sudah ditetapkan dalam kitab suci bagi siapa yang melanggar perintah Tuhan. Jika manusia mengabaikan perintah-perintah Tuhan, maka manusia itu telah meninggalkan tanggung jawabnya kepada Tuhan.

Contoh:

Kita melaksanak semua ibadah bukan karena ingin mendapat pahala, tetapi dengan niat karena Allah. Jika kita melaksanakan semua ibadah yang diwajibkan oleh Allah, bearti kita sudah melaksanakan tanggung jawab kita kepada Allah. Tetapi jika kita melaksanakan ibadah karena ingin mendapat pahala, maka kita belum menjalankan tanggung jawab kita denga baik.